JEMPUT PEMILIH, KPU GANDENG DISDUKCAPIL LAKUKAN PEREKAMAN DI LAPAS

  • 17 Januari 2019
  • 13:40 WITA
JEMPUT PEMILIH, KPU GANDENG DISDUKCAPIL LAKUKAN PEREKAMAN DI LAPAS_084538.jpeg

Kpu-karangasemkab.go.id

KPU Karangasem bersama Disdukcapil mendatangi Lembaga Pemasyarakatan kelas IIb Karangasem.Rabu (17/1)

Tercatat  18 orang warga binaan dilakukan perekaman KTP elektronik  4 orang diantaranya belum memiliki identitas , sedangkan  14 lainnya melakukan perekaman ulang karena kartu identitas  mereka hilang.

 

Divisi Data KPU Karangasem, Ni Luh Kusmirayanti mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk melindungi hak pilih  masyarakat  "setiap warga negara yang sudah memenuhi syarat sebagai pemilih wajib dilayani dan dilindungi hak pilihnya di setiap proses pemungutan suara” ujarnya. Dikatakan sinergitas Penyelenggara Pemilu dengan pemerintah selain untuk melayani masyarakat terkait dokumen kependudukan sekaligus mewujudkan validasi data pemilih  dengan tujuan terselenggaranya pemilihan umum yang sesuai dengan yang diharapkan.

 

Setelah tahapan penetapan DPT tingkat nasional, Komisi Pemilihan Umum saat ini memasuki tahapan pendataan Daftar Pemilih Khusus dan Daftar Pemilih Tambahan. Pemilih yang belum terdaftar di Daftar Pemilih Tetap akan dicatat sebagai pemilih di daftar Pemilih Khusus, sementara mereka yang sudah terdaftar tetapi berkeinginan untuk menyalurkan hak suaranya di TPS lain karena keadaan tertentu akan di data sebagai pemilih tambahan, hanya saja  ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh pemilih yang bersangkutan. “keadaan tertentu misalnya karena sedang menjalani masa tahanan” sambungnya.

 

Kepala Disdukcapil, I Ketut Sumidia menambahkan kegiatan ini sekaligus merupakan pelaksanaan program Gerakan Indonesia Sadar Administrasi (GISA) secara nasional serentak dilakukan perekaman warga binaan di lembaga Pemasyaraakatan.”Kami berusaha semaksimal mungkin melakukan pendataan dan perekaman masyarakat yang sudah memenuhi syarat untuk memiliki kartu identitas kependudukan”,  imbuhnya disela proses perekaman.

 

Kasi Binadik, I Wayan Kawidana mengakui angka penghuni lapas berubah setiap saat hal ini disebabkan mobilitas terutama keluar masuk tahanani, karena pindah maupun layaran dari lapas lain cukup tinggi.(data,kar)

Komentar